Selama ini sering membaca buku-buku tentang cara meraih sukses. Mulai dari karangan Ippho Santosa yang berjudul 7 Keajaiban Rejeki sampai buku Anand Krishna yang berjudul Total Sucses dan e-book Dare to Dream karangan Mery Riana yang menceritakan perjuangannya meraih mimpi satu juta dolar ketika berusia dibawah 30 tahun.
Ippho banyak menekankan kesuksesan dengan otak kanan dan ibadah, seperti sedekah, berbakti kepada orang tua, menikah, shalat duha, shalat tahajud dan lain-lain. Menurut Ippho orang sukses adalah orang-orang yang taat beribadah dan dominan menggunakan otak kanan.
Dengan menggunakan otak kanan hal-hal yang biasa dipikirkan otak kiri jadi terbalik. Misal, pada umumnya orang akan menikah setelah mapan, dengan otak kanan menjadi menikahlah maka kamu akan dimapankan. Contoh lain orang akan sedekah setelah dapat rejeki berlimpah. Dengan otak kanan berubah menjadi sedekahlah maka Allah SWT akan mengayakan kamu. Begitu juga untuk menjadi pengusaha, sebagian besar orang berpikir tahu dulu baru action, sedangkan dengan otak kanan tidak mesti harus tahu dulu baru action, tapi ambil tindakan, baru kemudian disempurnakan sehingga akan tahu.
Ippho berkomentar kebanyakan orang dominan menggunakan otak kiri ketimbang otak kanan, sehingga wajar orang kaya lebih sedikit dari pada orang miskin, pengusaha lebih sedikit dari pada karyawan dan pemimpin lebih sedikit ketimbang bawahan. Kenapa sedikit? Karena taipan, pengusahan dan pemimpin dominan mengunakan otak kanan.
Selama ini disekolah-sekolah banyak diajarkan ilmu pasti seperti matematika dan ilmu pengetahuan alam yang dominan menggunakan otak kiri. Siswa tidak diberi ruang untuk berimajinasi dengan materi yang dipelajari. Sehingga, yang ada kepala siswa hanya teks book atau hapalan tanpa analisa kasus dan pemecahan masalah.
Mery Riana lebih menganjurkan untuk memiliki impian. Baru kemudian tentu strategi untuk mencapainya dan ambil tindakan. Dia juga mewajibkan untuk bekerja keras. Siapa yang mau sukses harus menyukai kerja keras kata Mery Riana. Bahkan dia sendiri bekerja hingga 16 jam perhari.
Dalam agama kita juga dianjurkan untuk menjadi sukses, seperti kata bijak : hari ini lebih hari ini lebih baik dari pada hari kemaren adalah beruntung, hari ini sama dengan hari kemaren adalah merugi dan hari ini lebih buruk dari hari kemaren adalah kezaliman. Artinya kita dituntut untuk selalu lebih baik dan lebih baik lagi.
Untuk menjadi lebih baik dan sukses tentu ada metodenya. Medote yang dapat digunakan adalah dengan menetapkan target kehidupan. Selama diberi kesempatan oleh Tuhan hidup dimuka bumi ini apa saja yang ingin dicapai. Bisa dalam bentuk materi, karier, kesehatan, skill, kontribusi terhadap orang tua, masyarakat dan agama dan lain-lain. Sama seperti organisasi yang memiliki visi atau tujuan jangka panjang, jangkah menengah dan jangka pendek. Setelah itu buat juga strategi pencapaian dan aktifitas yang mendukung serta tenggat waktu pencapaian.
Hal ini akan menjadi pedoman untuk menjalani kehidupan. Jika kehidupan tanpa tujuan akan seperti air mengalir. Dan tidak menutup kemungkinan akan sampai ke comberan atau gagal. Gagal bercinta masih mending, karena masih bisa move on. Tapi gagal dalam kehidupan sakit selamanya.
Setiap orang besar dan berpengaruh pasti mempunyai target. Muhammad Al-Fatih misalnya, bercita-cita menaklukkan Konstantinopel. Apa yang dilakukan oleh Muhammad II selalu mendukung pencapaian tujuannya, belajar sejarah tentang penaklukan, membaca biografi pemimpin-pemimpih hebat, mempelajari bahasa asing dan strategi militer, menyiapkan pasukan sebaik mungkin serta selalu berdoa kepada Allah SWT agar diberi keberhasilan. Hingga akhirnya penaklukan Konstantinopel tercapai oleh pasukan Islam, yang sebelumnya selalu gagal.
Kemudian Soekarno, founding father Indonesia, yang namanya harum dan selalu dikenang sepanjang masa. Bung Karno memiliki cita-cita Indonesia merdeka dan bebas dari penjajah. Aktifitas-aktifitas yang dilakukan Soekarno tidak lepas dari tujuannya, mendirikan partai politik, pitado berapi-api untuk membakar semangat juang rakyat, menyatukan orang-orang yang satu visi dengannya dan terus meningkatkan kapasitas diri, seperti banyak membaca buku dan belajar bahasa asing. Tidak kurang dari 4 bahasa yang dikuasai oleh Soekarno.
Perjuangan Soekarno bukan tanpa hambatan. Beberapa kali dia dipenjara dan diasingkan oleh penajajah serta diancam akan dibunuh. Karena memiliki tujuan, hambatan bukanlah penghalang baginya, bahkan kehilangan nyawa pun dia siap. Hasilnya, saat ini kita merayakan HUT-RI yang ke 72.
Diawal, menetapkan target jangan besar-besar dulu tapi mulailah dari yang kecil. Seperti saya, punya target menulis minimal satu artikel perhari dan baca buku minimal 1 judul buku setiap minggu. Dari kecil lama-kelamaan akan membesar dengan sendirinya. Sama seperti pertumbuhan pohon dari biji jadi tunas, jadi pohon kecil, pohon sedang dan pohon besar dan berbuah manis.
Sekarang saya sudah bisa menulis 3 artikel perhari, padahal baru aktif menulis selama 2 bulan ini. Dan Alhamdulilah kemaren terpilih sebagai salah satu pemenang lomba menulis ‘Pencapaian Jokowi’ yang diselenggarakan oleh Seword dan Seknas Jokowi. Itu semua karena target yang sederhana namun saya rutinkan.
Ingat pesan Bruce Lee, target adalah hal sederhana yang penting untuk mengarahkan pada titik sasaran menuju kesuksesan..